Metode Laporan Ilmiah

Author: hendri suryanto // Category:

Laporan ilmiah adalah pemecahan suatu problem atau jawaban suatu pertanyaan, yang didukung oleh fakta yang diperoleh dari atau yang dibuktikan benarnya oleh penulisnya.
Laporan itu adalah bentuk prosa ilmiah yang dikembangkan untuk keperluan sains, kria,dan usaha. Dan biasanya ditulis atas permintaan,perintah atau jasa komisi, walaupun kadang - kadang laporan itu diterbitkan atas kehendak dan biaya penulisnya sendiri.

A. MACAM LAPORAN
Informasi yang disajikan dalam laporan itu dapat bermacam - macam, yaitu :
1. mungkin menyangkut pekerjaan yang sedang berlangsung atau yang sudah selesai;
2. mungkin menyangkut hasil uji atau analisis suatu varietas benda;
3. mungkin menyajikan hasil penelitian atau penyidikan.

Berdasarkan tidak ada klasifikasinya para ahli membagi beberapa macam - macam laporan,diantaranya :
a. Laporan periodis
Diserahkan setiap periode reguler dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi
tentang status organisasi atau aktivitasnya.
contoh laporan periodis :
laporan bulanan,triwulan, atau catur wulan atau tahunan oleh kepala sekolah
bagian,dll
b. Laporan kemajuan
Diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha.
contohnya : pembangunan bendungan, proyek penelitian.
c. Laporan hasil uji
Diserahkan guna menyediakan laporan tangan pertama tentang pengetahuan suatu
benda.
contohnya : Kondisi suatu bangunan, pabrik, atau sumber alam.
d. Laporan rekomendasi
Diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna
pertimbangan dalam tindakan berikutnya.
contoh : laporan tentang letak daerah atau lokasi pabrik atau gedung bioskop,
dan nasihat cara menaikkan efisiensinya
e. Laporan penelitian
Diserahkan untuk memberitahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya
dan diperoleh dari percobaan, penyelidikan, kuisioner, data akumulasi,dsb.

B. CIRI - CIRI LAPORAN
Mengingat tujuannya, selera pembaca, bentuk dan sifatnya, laporan itu berbeda dari prosa ilmiah lainnya dalam aspek-aspek sebagai berikut :

1. Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan
atau perintah. Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan untuk pembaca umum.
Mungkin juga laporan itu diserahkan atas prakarsa penulis untuk mendapat kritik dari
para ahli terkemuka.

2.Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa laporan panjang yang terdiri dari : halaman judul, surat penyerahan, daftar isi,pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran.
Laporan pendek biasanya terdiri dari judul pokok, dan nomor - nomor, dengan perlengkapan seperti biasa dalam surat menyurat formal.

3. Laporan itu bersifat sangat objektif. Maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika ditarik kesimpulan maka kesimpulan itu berupa induksi berdasarkan atas bukti spesifik.Jika dibuat suatu rekomendasi maka pendapat pribadi atau prasangka harus dijauhi. Bila data laporan itu tidak cukup atau bertentangan maka para pembaca harus menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan bersifat tentatif.

4. Bahasa dan nadanya formal.Kata ganti orang harus dihindari.titik berat dan tekanannya berdasarkan pendapat penyaji data.

5. Judul,sub judul, dan sub-subjudul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik.Laporan yang disajikan dengan baik dapat digunakan sebagai acuan.


Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
Pada intinya persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah sama seperti penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu :

a. Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan dan perlu pengetahuan dan pengalaman dari orang lain.

b. Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dari pernyataan - pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Semua fakta harus dicocokan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyatan salah, maka ia akan meragukan sebuah isi laporan.

c.Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus kenyataan. Kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu bertentangan dengan yang diharapkan dan dapat merugikan diri sendiri.
Pembuat laporan itu seperti sebuah 'mesin pemikir' yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat membingungkan pengertiannya atau pernyataannya tentak fakta.

d. Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan.Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi - bagi subjek, memperlihatkan bagian - bagian yang berbeda dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lainnya. berdasar uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan.

e. Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan tidak harus sistematis,mantik,supaya para pembaca tidak meragukan tentang suatu penalarannya.

f. Pengertian akan kebutuhan para pembaca. Laporan disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang,istilah apa yang akan dipakai,apa yang dianggap sebagaiman mestinya,apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan dan bagaiman menyusunnya, semua itu tergantung pembaca.

Prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan adalah bekerja secara konstan untuk menghemat tenaga mental pembacanya. Lapora ilmiah disesuaikan dengan situasinya. Pelajari terlebih dahulu untuk persiapan penulisan laporan.


KARANGAN ILMIAH

Author: hendri suryanto // Category:

Pengertian timbangan buku,timbangan pustaka
Timbangan Buku
Pengertian dan Tujuan Resensi adalah tulisan timbangan suatu hasil karya atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu karya. Resensi dapat pula diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan cara mengungkapkansegi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.

Tujuan penulisan resensi adalah:

a. Menimbang agar suatu hasil karya memperoleh perhatian dari orang-orang yang belum mengetahui atau membutuhkannya.
b. Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu hasil karya sehingga penilaian itu diketahui khalayak.
c. Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan/penguasaan ilmu pengarang dan kesesuaian karakteristik tokoh, penokohan, atau setting dengan bahan yang disajikannya.
d. Mengungkapkan kelemahan suatu tuisan dan sistem penulisan atau alur suatu hasil karya.
e. Memberikan pujian atau kritikan yang konstruktif terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra karya tulis seseorang.

Cara Membuat Resensi
Pada saat kita akan membuat resensi nalar kita harus siap bahwa bahan-bahan yang akan diresensi betul-belul diketahui dan dikuasai. Dengan demikian hasil resensi kita bukan hanya mengungkapkan segala sesuatu yang terdapat dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenis.
Hal-hal yang harus mendapat perhatian dari seorang resentator untuk membuat resensi:
a. Resentator harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan meninggalkan sepenuhnya sikap subjektif.
b. Resensator mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan diresensi.
c. Resensaor harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.
d. Resensator harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtafsiran antara resensator dengan penulis
e. Resensator harus mengungkapkan data yang diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihibung-hubungkan di antarra keduanya oleh pembaca.
f. Resensaor harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang resensi dengan jalan mengetahui tujuan dan arah penulis karya tersebut

Bentuk resensi yang paling populer adalah resensi buku atau timbangan buku. Untuk meresensi buku pertama-tama kita harus membaca buku itu sampai selesai dan memahaminya. Setelah membaca buku tersebut kita akan dapat mengetahui bagaimana penulis buku mengungkapkan gagasannya sesuai dengan tujuan yang digariskannya.Bagian yang harus ada dalam karangan resensi adalah identitas buku, jenis buku, kutipan singkat/ikhtisar buku, penilaian resensator terhadap kualitas buku, dan ajakan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut.
a. Identitas buku
Identitas buku meliputi: foto copy jilid luar buku atau foto buku tersebut, judul buku, pengarang, penerbit,tahun terbit, kota terbit, ukuran buku, jumlah halaman, dan harga buku.
b. Jenis Buku
Pada bagian jenis buku, resensator mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yangterdapat di dalam buku itu. Misalnya kita mengenal jenis fiksi, nonfiksi, ilmiah, nonilmiah (hiburan), buku remaja, anak-anak, dewasa, keagamaan, psikologi, dan sebagainya.
c. Kutipan Singkat atau Ikhtisar Buku
Bagian yang mengungkapkan kutipan singkat atau ikhtisar buku tersebut adalah bagian yang menjadi idesentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika resensator memahami seluruh isi buku itu danmenghubungkannya dengan isi buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi buku pun dapat digunakanuntuk mengisi bagian buku lain, tentama gambaran yang dapat “ditangkap” oleh resensator tetapi bukanmenginterpretasi.
d. Penilaian Kualitas Buku
Penilaian terhadap kualitas suatu buku tentu saja bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapatdiunggulkan dari isi buku tersebut dan bagian yang melemahkan kualitas buku tersebut dengansikap/wawasan yang sangat luas dan sikap objeklivitas tinggi. Pada bagian ini dapat pula dimasukkan kritikterhadap isi buku.
e. Ajakan
Ajakan dalam resensi adalah ajakan kepada pembaca yang belum memiliki atau membaca buku tersebut.Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dandipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya.
f. Judul Resensi
Judul yang digunakan untuk karangan resensi merupakan gambaran kesimpulan isi buku itu secarakeseluruhan atau ciri khas dari buku yang resensi agar tampak lebih menonjolkan eksitensi isi bukutersebut. Cara lain dalam memberikan judul resensi adalah menggambarkan suatu hal yang “kecil” tetapimempunyai citra tersendiri dari buku itu dengan argumentasi yang kuat dari resensator tentang hal yangkecil itu. Dapat dikatakan judul tulisan resensi adalah “nama” atau “julukan” yang diberikan oleh seorangresensator terhadap buku yang diresensinya.

Timbangan Pustaka
Pustaka adalah halaman terakhir yang di buat untuk mengetahui data-data yang di ambil dari sumber-sumber yang ada dalam buku,majalah,komik,maupun dari internet.supaya pembaca dapat mengetahui dasar dari pembuatan buku ini supaya tidak di bilang copy paste/menjiplak karya orang lain.karena setiap mengambil data tidak mencantumkan sumber/penerpit/nama orang pengarang akan di kenakan pidana dalam pasal yang ada di indonesia.

www.penguasa hati.com

Analisa Leksikal Program harga dengan C++

Author: hendri suryanto // Category:

NAMA            : Hendri Suryanto
KELAS           : 3KA28
NPM               : 13110218

Analisa Leksikal Program harga dengan C++
Hasil analisa leksilal:
1.       Identifier (a,b,,total,diskon,all)
2.       reserve word (main, double, cout, if, else, getch)
3.       Nilai Konstanta (a, b, 0,5, 0,15, 100000, 50000)
Operator (>=, =, *)

codingan;

Penjelasan:
Disini digunakan fungsi untuk penghitungan diskon dengan C++, pertama akan dihitung masukan harga satuan dan unit setelah itu dihitung jika total lebih dari 100 ribu akan mendapat diskon 15%, jika total lebih dari 50 ribu mendapat diskon 10% sisanya diskon 5%.

Output:






Tugas Softskill

Author: hendri suryanto // Category:

     1.   Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Secara khusus silogisme kategorial dapat dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga (dan hanya tiga) proposisi kategorial yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.
Term predikat dari konklusi adalah term mayor dari seluruh silogime itu. Sedangkan subyek dari konklusi disebut term minor dari silogisme, sementara term yang muncul dalam kedua premis dan tidak muncul dalam kesimpulan disebut term tengah.

Contoh :
Semua mamalia binatang yang melahirkan dan menyusui anaknya. Kerbau termasuk mamalia. Jadi, kerbau : binatang yang melahirkan dan menyusui anaknya.
Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

1. Premis umum : Premis Mayor (My)
2. Premis khusus remis Minor (Mn)
3. Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai
berikut:
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif
    tidak dapat ditarik satu simpulan.

Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA
My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn : Socrates adalah manusia
K : Socrates tidak kekal
My : Semua mahasiswa memiliki ijazah SLTA.
Mn : Amir tidak memiliki ijazah SLTA
K : Amir bukan mahasiswa

Kaidah-kaidah Silogisme Kategorial

1. Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus partikular juga, seperti:
   Semua yang halal dimakan menyehatkan
   Sebagian makanan tidak menyehatkan,
   Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
   (Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halaldimakan).

2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
   Semua korupsi tidak disenangi.
   Sebagian pejabat adalah korupsi, jadi
   Sebagian pejabat tidak disenangi.
  (Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)
  Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Beberapa politikus tidak jujur.
  Banyak cendekiawan adalah politikus, jadi:
  Banyak cendekiawan tidak jujur.

3. Dari dua premis yang sama-sama negatif, tidak mendapat kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata
    rantainya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya 
   positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
   Kerbau bukan bunga mawar.
   Kucing bukan bunga mawar
   .….. (Tidak ada kesimpulan)
   Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukk
   Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunju
   Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)

4. Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya 
    tidak term menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
   Semua ikan berdarah dingin.
   Binatang ini berdarah dingin
   Jadi: Binatang ini adalah ikan.
   (Padahal bisa juga binatang melata)

5. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premisnya. Bila 
    tidak, kesimpulan menjadi salah, seperti
    Kerbau adalah binatang.
    Kambing bukan kerbau.
    Jadi: Kambing bukan binatang.
    (‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang-kan pada premis adalah positif)

6. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term 
    penengah bermakna maka kesimpulan menjadi lain, seperti:
    Bulan itu bersinar di langit.
   Januari adalah bulan.
   Jadi: Januari bersinar di langit.
   (Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada   
   premis mayorberarti planet yang mengelilingi bumi).

7. Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term menengah ( middle term ), begitu 
   juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan konklusinya.

2.  Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis ,dan premis minornya bersifat katagorial . Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.

Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen

Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent

Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak
akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
maka hasil akan maksimal
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen

Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.
Kaidah silogisme hipotesis
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan
berikut:
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)
Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)
Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.

3. silogisme alternatif
Jenis silogisme yang ketiga adalah silogisme alternatif atau disebut juga silogisme disjungtif. Silogisme ini dinamakan demikian, karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi silogisme ini tergantung dari premis minornya; kalau premis minornya menerima satu alternatif, maka alternatif lainnya ditolak; kalau premis minornya menolak satu alternatif, maka alternatif lainnya diterima dalam konklusi.

Contoh
My : Nenek susi berada di Bandung atau woniosobo.
Mn : Nenek Susi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Susi tidak berada di wonosobo.
My : Nenek Susi berada di Bandung atau wonosobo.
Mn : Nenek Susi tidak berada di wonosobo.
K : Jadi, Nenek Susi berada di Bandung.
kaidah Silogisme alternatif
1. Silogisme alternatif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur 
    penyimpulannya valid, seperti :
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata berbaju putih.
    Jadi ia bukan tidak berbaju putih.
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata ia tidak berbaju putih.
    Jadi ia berbaju non-putih.
2. Silogisme alternatif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   la adalah guru.
   Jadi bukan pelaut
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   la adalah pelaut.
  Jadi bukan guru
b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah), seperti:
   Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya.
   Ternyata tidak lari ke Yogya.
   Jadi ia lari ke Solo. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   Ternyata ia bukan pelaut.
   Jadi ia guru. (Bisa j’adi ia seorang pedagang).

4. Entimen
Entimem adalah silogisme yang dipersingkat. Disaat tertentu orang ingin mengemukakan sesuatu hal secara praktis dan tepat sasaranBentuk semacam ini dinamakan entimem (dari enthymeme, Yunani. Lebih jauh kata itu berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’). Dalam tulisan-tulisan bentuk ilmiah yang dipergunakan, dan bukan bentuk formal seperti silogisme.

Contoh :
PU : Jika bachdim tidak menikah cepat, Irfan akan dimarahi fadillah
PK :bachdim mau menikah cepat.
K : bachdim tidak dimarahi fadillah.
Entimem : Irfan tidak dimarahi Kartika karena Irfan mau menikah cepat

Contoh :
PU : Semua orang ingin sukses harus belajar dan berdoa
PK : Lita ingin sukses
K : Lita harus belajar dan berdoa
Rumus Silogisme Entinem : C = B karena C = A

Artikel Bahasa Indonesia 2

Author: hendri suryanto // Category:

Aplikasi Task Manager

Task Manager adalah suatu aplikasi yang disertakan dengan keluarga Microsoft Windows NT dari sistem operasi yang menyediakan informasi rinci tentang kinerja komputer dan menjalankan aplikasi, proses dan penggunaan CPU, melakukan informasi muatan dan memori, aktivitas jaringan dan statistik, log-in pengguna, dan sistem pelayanan. Task Manager juga dapat digunakan untuk menetapkan prioritas proses, afinitas prosesor, secara paksa menghentikan proses, dan mematikan, Aktifkan Ulang, hibernasi atau log off dariWindows. Windows Task Manager diperkenalkan dengan Windows NT 4.0.

Sekilas tentang Advanced Task Manager
System opeasi Android buatan Google ini memang dapat menjlankan beberapa program dan menutup proses latar belakang yang diperlukan, namun ada saat dimana kinerja system operasi secara keseluruhan melambat. Selama proses yang melambat tersebut, Android tidak memberikan celah bagi pengguna untuk menutup aplikasi secara manual.
Keserahan pengguna Android akhirnya terjawab dengan munculnya aplikasi yang disebut Advanced Task Manager. Aplikasi buatanArron lLa ini memungkinkan pengguna melihat semua aplikasi yang berjalan dan mengakhiri aplikasi-aplikasi tersebut sesuai keinginan Anda.
Penggunaan Advanced Task Manager secara teratur dapat mengidentifikasi aplikasi tertentu dapat mengidentifikasi aplikasi tertentu yang mungkin sudah tidak Anda butuhkan.
Android, system operasi buatan Google memiliki fitur Task Manager, seperti yang terdapat di dalam system operasi Windows.

Menggunakan Advanced Task Manager
Untuk menggunakan aplikasi Advanced task Manager, sebelumnya Anda harus menginstalnya di ponsel Android Anda. Dan selanjutnya ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1.      Aktifkan aplikasi dengan mengklik tombol navigasi dan pilih opsi Advanced Task Manager.
2.      Selanjutnya untuk menggunakan fitur-fitur yang terdapat di dalam tab Aplications, Processes, Systems dan program atau semua program, meng-uninstal program, mengidentifikasi program yang banyak memakan memori dan sebagainya.


Applications
Pada tab Applications dapat menutup atau mengahkiri salah satu program atau semua program, meng-uninstall program dan melakukan pengaturan pada aplikasi yang sedang aktif, maupun sedang tidak aktif dalam system operasi Android.

1.      Awali dengan mengklik kotak cek pada salah satu program yang sedang berjalan pada kotak list program di layar ponsel.
2.      Lalu tekan tombol End, untuk mengakhiri salah satu program yang sedang berjalan.
3.      Bila ingin menutup atau mengakhiri semua program yang sedang aktif maupun tidak aktif di dalam system operasi Android, klik cek semua program, lalu tekan tombol End All
4.      Kemudian untuk memperbaharui tampilan program, klik tombol Refresh.
5.      Selain dengan cara di atas, juga dapat melakukan pengaturan program dengan cara lainnya.
6.      Lakukan dengan klik salah satu aplikasi yang akan ditutup, kemudian pilih salah satu opsi pada kotak Pop Ups Actions yang muncul.
a.       Switch To bertujuan untuk mengalihkan dan masuk pada pengaturan lain program tersebut.
b.       End Task untuk mengakhiri atau menutup program tersebut.
c.       Exclude untuk memblokir program sehingga tidak dapat berjalan di system Android.
d.      Uninstall untuk meng-uninstall atau menghilangkan program dari system operasi Android.

Processes
Pada tab Processes  dapat mengakhiri proses system vital yang akan menyebabkan ponsel hang atau melambat sementara waktu ketika mencoba melakukan auto-restart.
1.      Awali dengan memilih salah satu aplikasi yang ada.
2.      Kemudian klik tombo End untuk mengakhiri progam.
3.      Selanjutnya dapat memperbaharui tampilan program dengan menekan tombol Refresh

Systems
Tab system berisi software yang menjadi inti system operasi Android.
           
            Uninstall
Meng-uninstall program-program yang terinstal di system opeasi Android dengan cepat dan mudah.

source:
-PT Elex Media Komputindo

Tugas OpenGL

Author: hendri suryanto // Category:

NAMA         : Hendri Suryanto

NPM            : 13110218

KELAS        : 3KA28



Disini kita akan membuat GARIS HORIZONTAL. Pada program kali ini kita membuatnya dengan aplikasi ‘openGL’. Pertama yang harus kita lakukan adalah membuka OpenGL lalu new project. Kemudian masukan kodingan seperti di bawah ini:


Setelah selesai menuliskan koding diatas. Jika ingin melihat output tekan f9 yang berarti dia akan me-Runing program yang telah di buat  kodingan diatas , maka akan keluar output seperti dibawah ini :

Program selanjutnya membuat GARIS VERTICAL dengan menggunakan openGL ketikan kodingan seperti dibawah ini. Perbedaan dengan kodingan garis horizontal hanya angkanya saja. Disini sebagai contoh glVertex nya diubah menjadi {0.10,10.0,0,13.13}


Jika telah selesai menuliskan kodingan diatas tekan f9 untuk me-Runing programnya. Dan akan terlihat output seperti di bawah ini :





Dan program terakhir yaitu membuat GARIS DIAGONAL untuk membuat garis diagonal seperti biasa hanya mengubah pada bagian glVertex terlihat peerbedaan pada program 1 dan 2. Tuiskan kodingan seperti di bawah ini :

Setelah selesai untuk me-Runing nya kita tekan f9. Maka output dari kodingan di atas terlihat pada di bawah ini :

















Sekian tugas "grafik Komputer & Olah Citra" tentang pembuatan garis dengan OpenGL.




My ProfiL ('Hendri Suryanto')

Author: hendri suryanto // Category:

Dimulai pada tanggal 16 july 1992, tepatnya saya lahir di kota Bekasi, saya terlahir secara sehat. Saya 3 bersaudara, kebetulan saya anak ke tiga dr tiga bersaudara. Dan saya sangat beruntung mempunyai keluarga yang lengkap dan bahagia, terutama Ibu. Saat saya masih kecil, Ibu selalu memberi asupan makan ataupun gizi dll. Langsung saja ketika saya beranjak umur 4 tahun. Saya bertumbuh besar dengan sehat. Ketika saya berumur 4 tahun, saya di masukan ke TK (taman kanak-kanak) dekat dengan rumah saya di daerah Bekasi. Saat saya TK, saya selalu di temani oleh Ibu tapi kadang-kadang kalau ayah sedang libur, ayah juga suka menemani saya ke TK. Di TK saya murid yang bisa dibilang anak yang berprestasi. Jika ada lomba menggambar, lomba lari yang di adakan oleh pihak sekolah saya pun berhasil menjadi juara pertama. Dan saya pun sering mendapatkan Piala dari perlombaan semacam itu. Ayah dan Ibu ku merasa bangga melihat prestasi saya. Saya sangat senang Ayah dan Ibu tersenyum melihat prestasi yang saya peroleh. Walaupun waktu kecil saya sering berkelahi dengan teman-teman saya karena memperebutkan sebuah mainan (maklum masih anak kecil). Saya sekolah di taman kanak-kanak (TK) sampai 2 tahun, karena umur 5 tahun belom bisa melanjutkan ke jenjang ebih tinggi yaitu sekolah dasar. Ketika saya berumur 5 tahun, saya berubah menjadi anak yang nakal dan sedikit prestasi karena kenakalan tersebut. Ketika itu saya sering di marahi karena kenakalan saya yang minim prestasi. Saya tidak mau banyak bercerita di waktu taman kanak-kanak. Berlanjut ketika saya beranjak umur 6 tahun. Saya masuk di Sekolah Dasar Negeri 1 bekasi, yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan  sekolah TK saya. Ketika masih kelas 1 di sekolah tersebut, saya sangat nyaman dengan sekoah tersebut karena banyak sekali tukang dagangan yang jual mainan favorit saya yaitu power rangers, setiap minggu sekali ayah selalu membelikanya untuk ku agar lebih giat belajarnya di sekolah tersebut. Saya akui waktu semenjak kelas 1 SD, saya tidak berprestasi sama sekali dibidang pelajaran apapun, apalagi yang berhubungan dengan Angka-angka yaitu pelajaran Matematika. Semenjak kelas 1 SD saya tergolong anak yang pemalas, setiap kali orang tua saya menyuruh belajar saya asik dengan mainan yang saya punya, awalnya orang tua saya tidak begitu mempedulikanya, tapi semenjak menjadi keterbiasaan saya, orang tua saya memarahi saya yang jarang belajar malah mengutamakan bermain. Oleh sebab itu orang tua saya menyita semua mainan yang saya punya. Dan dari situ sifat malas saya berubah sedikit demi sedikit, semasa saya kelas 1 SD saya jarang sekali bermain dengan teman-teman sekolah. Ketika di rumah saya juga jarang sekali keluar rumah, dan jarang sekali bermain dengan teman rumah. Dan tradisi di keluarga kami adalah setiap minggu sekali ayah mengajak ajak jalan-jalan seperti ke ragunan, dunia fantasi (dufan), kebun binatang, ancol, puncak, dll. Tempat favorit saya bersama keluarga yaitu di pegunungan atau puncak. Saya senang sekali dengan tempat-tempat yang memiliki pemandangan indah seperti puncak. Lanjut ketika saya naik kelas ke kelas 2 SD, dan umur saya juga bertambah menjadi 7 tahun. Saat itu saya mencoba bergabung dengan teman sekolah, ketika akrab saya dan teman-teman sekolah sering sekali bermain, dan permainan yang saya suka ketika itu adalah bermain kelereng bersama teman-teman. Saya banyak bermain dan tidak lupa belajar pelajaran yang di sekolah, saat kelas 2 SD saya mendapat ranking 8 besar. Ketika itu orangtua saya tersenyum ketika mengambil rapot di sekolah, saya senang sekali membuat orang tua saya tersenyum melihat peringkat saya di sekolah, walaupun bukan peringkat 3 besar ataupun peringkat 1. Tentu saja ketika itu saya mendapatkan hadiah dari mereka yaitu orangtua. Hadiah yang saya terima dari mereka adalah sebuah sepedah, walaupun di umur 7 tahun saya belom bisa naik sepedah roda dua, saya sangat senang menerima hadiah tersebut. Ketika saya mencoba sepedah roda dua, ga jarang saya sering jatuh karena belum terbiasa, dan sering sekali kaki dan tangan saya penuh dengan luka. Ketika lancar saya kemana-mana naik sepedah termasuk pergi kesekolah dengan bersepedahan, dan tak lagi diantar dengan kedua orang tua. Saya berangkat sendiri. Dan saat itu sehabis pulang dari sekolah saya sering sekali bermain ke rumah teman-teman sekolah saya.  walaupun rumah teman-teman saya sangat jauh dari rumah saya. dan tak lupa saya bermain dengan teman-temanku daerah rumah saya. pada tanggal 17 agustus di daerah rumah saya mengadakan perlombaan diantaranya perlombaan balap lari sambil memindahkan batu, perlombaan balap karung, perlombaan makan kerupuk, perlombaan bakiak, dan masih banyak perlombaan yang di perlombakan waktu 17 agustus itu. Waktu itu saya mendaftarkan di perlombaan balap lari sambil memindahkan batu, perlombaan makan kerupuk, dan perlombaan bakiak. Pada saat perlombaan balap lari sambil memindahkan batu tersebut saya dengan yakin mengalahkan pesaing pesaing saya. dan saya memenangkan perlombaan balap lari tersebut dengan menjadi juara 1, dan di lanjutkan dengan perlombaan makan kerupuk, dan disinilah saya bertemu lawan yang berat, karena salah satu lawan saya adalah teman saya yang doyan makan, dan benar saja saya kalah dari teman saya itu. Saya meraih juara ke 2 di perlombaan ini. Dan di perlombaan terakhir yaitu lomba bakiak yang saya ikuti, saya tidak juara karena kekompakan dari team saya masih belum padu satu sama yang lainya. Berlanjut ke sekolah, sekolah pun juga mengadakan perlombaan pada tanggal yang sama, tetapi saya tidak ikut di karenakan saya lebih memilih perlombaan yang berada di daerah rumah saya. itulah masa-masa indah dimasa kelas 2 SD. Berlanjut ketika saya berumur 8 tahun, ketika itu saya kelas 3 SD. Tak jauh beda dengan kelas 2 SD prestasi saya di kelas yang baru ini naik 1 pringkat yaitu peringkat 7 di kelas. Di umur saya yang 8 tahun ini saya sempat pernah di rawt di rumah sakit di karenakan saya terkena penyakit types. Ketika itu saya di rawat di RS Jakarta pusat. Kata orang tua saya di karenakan saya terlalu banyak bermain yang membuat saya kecapean. Dan setelah saya sembuh aktifitas saya sangat di pantau oleh kedua orang tua saya. tidak boleh banyak bermain. Saat itu orang tua saya sangat perhatian pada saya, saya sangat nyaman dengan perhatian mereka. Berlanjut ketika saya berumur 9 tahun, saya pun naik kelas ke kelas 4 SD. Saya ingat betul ketika itu saya tertarik dengan olah raga sepak bola, dan saya ingin masuk ke SSB (sekolah sepak bola). Saya tertarik olah raga sepak bola karena pada kelas 4 SD, saya dah salah satu teman saya yang di kelas terpilih sebagai perwakilan dari sekolah. Saya tidak tahu kenapa saya yang terpilih, mungkin karena saya mempunyai fisik yang tergolong tinggi besar, ketika itu saya di tempatkan di posisi keeper (penjaga gawang). Ini adalah kejuaraan sepak bola pertama yang saya ikuti. Walaupun sekolah saya tidak melaju ke babak selanjutnya di karenakan sekolah saya kalah 2 – 0. Saya tetap bangga di karenakan saya terpilih sebagai perwakilan dari sekolah begitupun dengan teman sekelas saya. dan selang beberapa bulan saya meminta kepada ayah saya untuk memasukan saya ke SSB (sekolah sepak bola) di daerah rumah saya. tetapi ayah saya tidak menyetujuinya, dia bilang belum saatnya untuk masuk ke Sekolah sepak bola. Saya terima keputusan ayah saya dengan tegar, karena saya tahu pasti keputusan ayah saya ada benarnya. Ketia saya berumur 10 tahun, tepatnya kelas 5 SD. Prestasi belajar saya menurun, dan saya pun tidak mendapat kan ranking 10 besar, saya tidak tahu peringkat saya karena tidak tercantum di rapot, begitu kelas 6 SD ketika saya berumur 11 tahun, prestasi belajar saya sangat menurun, di sinilah saya sudah mulai malas-malasan untuk belajar, kedua orang tua saya perhatianya berkurang pada saya, di karenakan mereka pada sibuk-sibunya kerja. Berlanjut ketika saya lulus SD, saya pun tak kuasa nangis di karenakan berpisah dengan teman-teman saya, saya memilih berlanjut pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di bekasi, di karenakan karena prestasi belajar saya yang menurun dan sewaktu tes di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri saya tidak belajar sama sekali. Dan akhirnya saya masuk ke SMP swasta di bekasi. Dan teman-teman SD saya ada yang berlanjut ke pesantren, ada yang dapat negeri, dsb. Di SMP yang saya sekolah, terkenal dengan anak-anak yang nakal, yang suka berantem atau tawuran. Saya sempat takut sekolah di SMP ini, karena mendengar isu yang seperti itu di luar sana. Tetapi setelah cukup lama beradaptasi di sekolah tersebut, memang sih ada yang suka berantem, tapi ga semuanya yg suka berantem. Anak-anak yang suka berantem juga saya berteman denganya, anak-anaknya cukup asik untuk di ajak bermain, tetapi saya tidak ikut yang berkelahi di sekolah, saya cuman sebatas berteman dengan mereka. Saya cukup nyaman berteman dengan mereka di karenakan mereka sama teman sendiri cukup solid. Waktu itu saya kelas 1 SMP pernah di palak oleh siswa sekolah lain, ketika besoknya saya cerita kepada teman saya yang suka berkelahi tersebut. Ternyata dia sangat peduli dengan saya. dia mencari orang yang telah memalaki saya. itu salah satu kenyamanan yang saya terima saat berteman dengan mereka. pada kelas 2 SMP  tidak jauh berbeda dengan kela 1 SMP, saya tidak mendapatkan ranking, di kelas 2 SMP saya sudah mempunyai banyak teman di sekolah. Hampir semuanya saya kenal dengan mereka. pada saat itu saya lebih senang bermain dengan mereka ketimbang belajar. Sehabis pulang nongkrong dulu lah sebelum pulang ke rumah. Dan terus begitu sampai saya kelas 3 SMP. Waktu itu pelajaran favorit saya adalah bahasa inggris dan komputer. Semu tugas bahasa inggris dan computer dapat saya kerjakan, begitu juga dengan ulanganya. Ketika UAN (ujian nasional) saya di andalkan teman-teman saya di pelajaran bahasa inggris. Ketika itu memang saya lulus UAN dengan nilai yang membanggakan. Tetapi saya sangat sedih ketika banyak teman-teman saya yang tidak lulus di UAN tersebut. Dari 300 siswa yang tidak lulus mencapai 158 orang. Saya pun member semangat kepada teman-teman saya yang tidak lulus ujian nasional tersebut. Mereka yang tidak lulus mengikuti ujian paket. Akhirnya mereka dapat melewakan ujian tersebut. Saya pun berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Saya juga tidak mendapatkan sekolah menengah atas negeri. Saya sekolah di menengah atas swasta. Saya pertama masuk ke SMA. Sangat tidak percaya diri, karena sekolah saya yang sekarang adalah sekolah Islam, ketidak percaya diri saya timbul karena nilai agama saya yang pas-pasan. Benar saja waktu kelas 1 SMA saya sudah harus menghafal kan surat Al-baqarah. Tapi lama kelamaan saya terbiasa oleh hafalan yang sering di berikan oleh guru agama di sekolah saya tersebut. Setelah naik ke kelas 2 SMA saya masuk ke jurusan IPS, di situ saya sangat nyaman karena tidak ketemu lagi dengan pelajaran seperti matematika, fisika, biologi, maupun kimia. Kelas 2 SMA saya lebih sering terjun ke masyarakat sekitar sekolah, ini adalah bagian dari pelajaran sosiologi. Di kelas 3 SMA saya pun menjadi senior, yang sering mengerjai anak kelas 1 & 2. Di kelas 3 saya pernah mendapatkan tugas yang amad sulit bagi saya yaitu tugas untuk menulis karya tulis ilmiah yang biasa disebuk KIY, yang membuat saya frustasi padda tugas tersebut adalah mencari sebuah judulnya, setiap kali mengajukan judul saya, selalu tidak di acc oleh guru yang bersangkutan. Alesan menolaknya ada sajalah. Dan akhirnya judul saya di acc oleh guru saya, saya mendapatkan judul KIY saya, didapat dari skripsi abang saya, kebetulan abang saya lulusan psikolog di universitas swasta di Jakarta. Kebetulan judul skripsinya masuk di pelajaran saya ini. Setelah lulus di SMA saya di janjikan kerjaan oleh Kaka ipar saya, kaka ipar saya bilang ke saya “jika kamu dapat ijasah IT kamu akan kaka masukan di kantor kaka”. Saya pun langsung tertarik pada tawarannya. Saya memang sengaja tidak mengambil PTN seperti teman-teman SMA saya yang lainya. Menurut saya semua fakultas sama aja, asal kita bagaimana memperankannya. Ketika itu saya memilih Perguruan Tinggi Swasta di Bekasi yaitu Universitas Gunadarma, saya tes regular di sana, ketika memilih jurusan saya memilih jurusan Sistem Informasi dengan Manajemen Informatika. Selang berapa minggu pengumuman keluar dan saya pun dapat di kedua jurusan tersebut, saya langsung saya mengambil jurusan yang S1 Sistem Informasi. Ketika itu saya mengikuti OSPEK, yang membosankan. Setelah itu saya mendapatkan kelas 1 KA 29, disitu kekeluargaan terasa di dalamnya. Saya merasa mempunyai keluarga ke 2 setelah di rumah. Saya sangat senang mempunyai teman-teman di kelas 1 KA 29. Di kelas tersebut saya sampai 2  semester, semester 3 saya di pecah dan masuk di kelas 2 KA 28, di mana teman-temanya masih asing bagi saya. teman yang dari 1 KA 29 pun cman ada 1 yang masuk di kelas tersebut. Semoga kelas 2 KA 28 dapat menjadi kelas unggulan sampe mendapat sarjana.
Cita-Cita saya, saya ingin menjadi orang sukses dunia akhirat, dan membahagiakan kedua orang tua saya yang telah membesarkan saya dengan kasih sayang yang tulus.
Moto hidup saya saya ingin hidup berguna buat semua orang.
 Demikian kisah singkat perkenalan mengenai profil diriku semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya walaupun hanya sedikit. (Badegos Ronggas).