Tugas 1 Pengantar Telematika

Author: hendri suryanto // Category:
PENGERTIAN TELEMATIKA
 
Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari "TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

            Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau "the Net". Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

            Seiring dengan semakin populernya Inter-Net sebagai "the network of the networks", masyarakat penggunanya (internet global community) seakan-akan mendapati suatu dunia baru yang dinamakan cyberspace - sebagaimana dipopulerkan oleh William Gibson dalam novel sci-fi-nya Neuromancer - yang merupakan khayalan tentang adanya alam lain pada saat teknologi telekomunikasi dan informatika bertemu. Di "alam baru" ini - bagi kebanyakan netter - tidak ada hukum. Karena tidak adanya kedaulatan dalam jaringan komputer maha besar (gigantic network) ini, mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun hukum suatu negara yang berlaku, karena hukum network tumbuh dari kalangan mayarakat global penggunanya. "Alam baru" ini seakan-akan menjadi suatu jawaban dari impian untuk melampiaskan kebebasan berkomunikasi (free flow of information) dan kebebasan mengemukakan pendapat (freedom of speech) tanpa mengindahkan lagi norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

            Perlu digarisbawahi, bahwa substansi cyberspace sebenarnya adalah keberadaan informasi dan komunikasi yang dalam konteks ini dilakukan secara elektronik dalam bentuk visualisasi tatap muka interaktif. Komunikasi virtual (virtual communication) tersebut - yang dipahami sebagai virtual reality - sering disalahpahami sebagai "alam maya", padahal keberadaan sistem elektronik itu sendiri adalah konkrit di mana komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Sehubungan dengan itu, Wiener dan Bigelow mencetuskan Cybernetics Theory, mengenai suatu pendekatan interdisipliner terhadap sistem kendali dan komunikasi dari hewan, manusia, mesin dan organisasi. Uniknya teori tersebut sebenarnya lebih menekankan pada pentingnya umpan balik dari sistem komunikasi itu sendiri. Teori tersebut menyiratkan bahwa dalam memahami suatu informasi yang disampaikan pada suatu sistem komunikasi yang baik harus dengan memperhatikan umpan balik dari sistem tersebut. Sebagai catatan, Wiener juga mengakui bahwa istilah Cyber sebenarnya pernah digagas oleh Ampere yang namanya digunakan sebagai satuan kuat arus. Oleh karena itu jika ditilik dari asal-usulnya, istilah cyber sebenarnya erat hubungannya dengan kawat listrik. Sehingga tidak mengherankan, jika istilah tersebut juga digunakan untuk organ buatan listrik CYBORG yang merupakan singkatan dari Cybernetics Organics.

            Dengan demikian, istilah "cyber law" sebagaimana dipahami oleh masyarakat sekarang ini kurang tepat jika digunakan untuk merujuk pada hukum yang tumbuh dalam medium cyberspace. Istilah "cyberspace law" justru lebih tepat untuk itu. Namun demikian, Istilah "telematika" paling tepat digunakan karena lebih memperlihatkan hakekat keberadaannya dan layak untuk digunakan sebagai definisi guna melakukan pengkajian hukum selanjutnya. Istilah "telematika" merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

            Berbicara tentang hukum dalam arti luas, berarti mencakup segala macam ketentuan hukum yang ada baik materi hukum tertulis - tertuang dalam peraturan perundang-undangan - maupun materi hukum tidak tertulis - tertuang dalam kebiasaan ataupun praktek bisnis yang berkembang. Sehubungan dengan itu, sistem hukum nasional sesungguhnya tetap berlaku terhadap segala aktivitas komunikasi yang dilakukan dalam lingkup cyberspace. Hal ini berarti bahwa domain-domain hukum yang semula dipahami secara sektoral, baik dalam bidang telekomunikasi, media maupun informatika akan semakin konvergen. Yang terjadi bukan kevakuman hukum, melainkan suatu pembidangan hukum yang lebih khusus tanpa menafikan keberlakuan bidang-bidang hukum yang telah ada dalam sistem hukum yang berlaku. Dengan demikian definisi Hukum Telematika adalah hukum terhadap perkembangan konvergensi TELEMATIKA yang berwujud dalam penyelenggaraan suatu sistem elektronik, baik yang terkoneksi melalui internet (cyberspace) maupun yang tidak terkoneksi dengan internet.

            Lingkup pengkajian Hukum Telematika terfokus pada aspek-aspek hukum yang terkait dengan sistem informasi dan sistem komunikasi, khususnya yang diselenggarakan dengan sistem elektronik, dengan tetap memperhatikan esensi dari:
 
Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
 
ARSITEKTUR TELEMATIKA
ARSITEKTUR TELEMATIKA Pengertian Middleware telematika didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer - layer TCP/IP . Dan besar kemungkinannya bahwa OLEDB akan menjadi database middleware yang paling populer pada saat teknologinya matang, karena keterbukaannya, arsitekturnya yang object-oriented, dan kemampuannya mengakses hampir semua tipe penyimpanan. Middleware merupakan komponen perangkat lunak yang memberikan peranan penting dalam pengembangan aplikasi client/server dengan tidak memandang platform. Beberapa arsitektur dan tipe middleware dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk itu diperlukan kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel bagi semua departemen dan lembaga pemerintah, serta penerapan standardisasi bagi berbagai hal yang terkait dengan penggunaan teknologi telematika secara luas. Agar pemerintah dapat meningkatkan hubungan kerja antar instansi pemerintah serta dapat menyediakan pelayanan bagi masyarakat dan dunia usaha secara efektif dan transparan, diperlukan kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel untuk memperlihatkan arsitektur yang kuat, karena merupakan jaringan kerja dan tidak terdapat pusat kontrolnya. Arsitektur Sisi Client adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Arsitektur Sisi Server didefinisikan sebagai solusi-solusi baru ini memberikan penghantaran aplikasi tingkat lanjut, koneksi data center, dan kemampuan campus network kelas enterprise termasuk arsitektur yang dibutuhkan untuk membangun jaringan generasi berikutnya. Menurut pendapat saya dari artikel tersebut diatas yaitu :Pengertian Arsitektur Telematika itu sendiri saya belum bisa mengartikan secara jelas, dari artikel yang saya dapat yaitu mengenai middleware telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP. Dari arsitektur dan tipe middleware diperlukan sebuah kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel agar dapat meningkatkan hubungan kerja antar instansi pemerintahan bagi pihak pemerintah CONTOH ARSITEKTUR TELEMATIKA Arsitektur Client/Server 1. Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC 2. Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri 3. Berbagi hardware atau software ArsitekturFileServer Model pertama Client Server Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan Server bertindak sebagai file server File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server Aktivitas pada klien: •Meminta data • Meminta penguncian data Tanggapan dari klien •Memberikan data •Mengunci data dan memberikan statusnya Batasan File Server • Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan • Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori • Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus • Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama tanggung jawab diserahkan kepada programmer Arsitektur Database Server • Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis) • Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database • Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi • Beban jaringan menjadi berkurang • Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server • Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture Application Architectures Two-tier architecture: Contoh - program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database Three-tier architecture: Contoh aplikasi berbasis Web Beberapa Kuntungan Arsitektur Three-Tier • Keluwesan teknologi • Mudah untuk mengubah DBMS engine • Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda • Biaya jangka panjang yang rendah • Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan • Keunggulan kompetitif • Kekampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi
 
LAYANAN TELEMATIKA
1. Layanan Informasi (Information Service)
Layanan telematika yang pertama adalah layanan informasi. Pada layanan ini telematika menggabungkan sistem komunikasi dengan kendaran bergerak seperti mobil untuk menawarkan layanan informasi secara langsung.
Contohnya :
– Navigation assistant (real-time traffic information)
– Weather, stock information
– Entertainment and M-Commerce.
2. Layanan Telematika di bidang Keamanan
Layanan telematika yang kedua adalah layanan keamanan. Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Contohnya :
– Emergency rescue with 911
– Car location tracing (thief-proof)
3. Layanan Context-Aware dan  Event-base   (Context-Aware Service)
Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.
Contohnya :
– Vehicle Diagnostic Service
– Car Insurance based on driving statistic
4. Layanan Perbaikan sumber   (Resource Discovery Service)
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah layanan untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
Contohnya :
-Yellow pages service
Teknologi yang terkait interface telematika
Interface telematika adalah atribut sensor dari pertemuan sistem jaringan komunikasi dan teknologi informasi yang berhubungan dengan pengoperasian oleh pengguna. Ada 6 buah teknologi yang terkait dengan interface telematika, yaitu:
1. Head up display sistem
Head-up display, atau disingkat HUD, adalah setiap tampilan yang transparan menyajikan data tanpa memerlukan pengguna untuk melihat diri dari sudut pandang atau yang biasa
2. Tangible user interface
Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antar muka pengguna di mana seseorang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Sebuah TUI adalah salah satu teknologi dimana pengguna berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi obyek fisik terkait dan langsung mewakili kualitas sistem tersebut.
3. Computer vision
Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar.
4. Browsing audio data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Sebuah komputer lokal digabungkan ke LAN (local area network) untuk mendeteksi IP kamera.
5. Speech recognition
Speech Recognition adalah proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik, yang ditangkap oleh audio device (perangkat input suara). Speech Recognition juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali perintah kata dari suara manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data yang dimengerti oleh komputer.
6. Speech Synthesis
Speech synthesis adalah transformasi dari teks ke arah suara (speech). Transformasi ini mengkonversi teks ke pemadu suara (speech synthesis) yang sebisa mungkin dibuat menyerupai suara nyata, disesuaikan dengan aturan – aturan pengucapan bahasa.
 
Sumber :
2.  FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA LEMBAGA KAJIAN HUKUM DAN TEKNOLOGI
3. http://www.acehforum.com/?s=arsitektur+telematika&x=0&y=0
 

Bahasa Indonesia 2 (surat menyurat)

Author: hendri suryanto // Category:


Hakikat Jenis dan Format Surat
Arti Surat
Surat adalah media komunikasi yang berupa tulisan, yang berisi informasi, pesan, pertanyaan, atau tanggapan sesuai dengan keinginan penulis surat.

Fungsi Surat
1.Surat sebagai alat komunikasi
Surat dijadikan sebagai alat penyampai informasi dari penulisnya kepada pembaca/penerimanya. Sebagai alat komunikasi surat tidak hanya bersifat satu arah, melainkan juga dua arah dan ke segala arah. Artinya surat juga dapat dibalas (surat balasan) sebagai timbal balik dan surat juga dapat dibuat/ditujukan kepada lebih dari satu orang (surat edaran, pengumuman, surat pembaca pada surat kabar dan lain-lain).

2.Surat sebagai wakil penulis
Dalam hal ini penulis tidak perlu langsung bertatap muka dengan orang yang dituju untuk menyampaikan informasi melainkan diwakili oleh surat.

3.Surat sebagai alat untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya.
Berkomunikasi dengan surat berarti tidak bertatap muka, jadi berkomunikasi dengan surat dapat dilakukan dari jarak jauh. Oleh sebab itu surat dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

4.Surat sebagai bukti tertulis
Surat dapat dijadikan bukti tertulis untuk berbagai keperluan. Sehingga jika terjadi sesuatu (misalnya kekeliruan) kelak kemudian hari, surat dapat dijadikan acuan. Misalnya pada surat-surat perjanjian, surat waris dan sebagainya. Segala jenis surat juga dapat diabadikan/diarsipkan untuk kepentingan-kepentingan lain kelak kemudian hari.

BAHASA SURAT

A. PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT
Penggunaan kata-kata dialek yang belum diakaji kebenrannya tidak dibenarkan. Penggunaan kata-katagimana, ngapain, kenapa, entar, kasih, bikin, dan yang semacam itu termasuk tidak baik. Padanan kata-kata itu yang dianggap baik adalah bagaimana. mengapa, nanti, memberi, membuat.

Sebagian kata yang baku dapat dilihat dalam daftar berikut:
Kata Baku
Februari, formal, pertanggungjawaban, November, persen, pikir.

Kata Tidak Baku
Pebruari, formil, pertanggungan jawab, Nopember, prosen, fikir.

B.KATA YANG LAZIM
Pilihlah kata yang lazim memakai istilah dalam bahasa Indonesia.
Misalnya:
masukan bukan input

Suku cadang bukan sparepart
Peringkat bukan rangking
dampak bukan impact

C.KATA YANG CERMAT
Kata memohon, meminta, menugasi, memerintahkan, menganjurkan dan menyarankan merupakan kata-kata yang mempunyai arti yang sama. Penulis surat dinas hendaknya dapat memilih kata tersebut dengan tepat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam Surat.
Penggunaan sapaan Bapak, Ibu, Saudara, dan Ananda hendaknya tepat Pula sesuai dengan kedudukan orang yang dikirimi Surat tersebut. Apakah penerima Surat lebih tinggi pangkat atau kedudukannya, ataukah sederajat dengan pengirim Surat.

D.UNGKAPAN IDEOMATIK
Unsur-Unsur dalam ungkapan idiomatik sudah tetap dan senyawa. Unsur-­unsur itu tidak boleh ditambah, dikurangi, atau dipertukarkan.
Yang termasuk Ungkapan idiomatik antara lain:
sesuai dengan
bertemu dengan
terbuat dari
luput dari

E.UNGKAPAN YANG BERSINONIM
Ungkapan-ungkapan yang bersinonim atau berarti sama sebaiknya tidak digunakan sekaligus.
Contoh:
sejak dan dari (tidak digunakan segaligus)
adalah dan merupakan (tidak digunakan sekaligus)

Bagian-bagian surat
a. Kepala surat ( kop ).

b. Nomor surat ( nomor verbal ).

c. Tanggal, bulan, tahun surat.

d. Lampiran.

e. Hal atau perihal.

f. Alamat surat ( alamat dalam ).

g. Salam pembuka ( salutasi ).

h. Isi surat ( tubuh surat ).

i. Salam penutup.

j. Nama organisasi / perusahaan.

k. Nama terang dan tanda tangan penanggung jawab surat.

l. Tembusan.

m. Inisial / kaki surat.


1. Surat harus disusun dengan teknis penyusunan surat yang benar, yaitu :
penyusunan letak bagian-bagian surat,
pengetikan yang benar, jelas, bersih, dan rapi,

pemakaian kertas yang sesuai ukuran : kuarto 21 x 29 cm, jenis : HVS untuk lembar asli (sebaiknya kertas onion) dan kertas, tembus, (doorslag) untuk tembusan, warna: putih HVS untuk lembar asli, kuning untuk kertas tembus perbal, biru muda untuk kertas tembus untuk tembusan intern, dan merah muda HVS untuk surat rahasia.

2. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Dengan cara ini penerima surat akan memahami isi surat dengan tepat dan tidak ragu-ragu, dan pengirim surat mendapatkan jawaban secara tepat, seperti yang dikehendaki.

3. Bahasa yang digunakan hendaklah bahasa yang benar dan baku sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Bahasa surat resmi haruslah logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik. Selain ketiga hal di atas, syarat lain yang harus dipenuhi dalam menyusun surat yang baik ialah :
memahami kedudukan masalah yang dikemukakan;
memahami peraturan-peraturan yang terkait dengan masalah itu;
mengetahui posisi dan bidang tugasnya;
hal-hal yang terkait dengan ketatausahaan.

Kriteria Surat Yang Baik :
Di buat dalam bentuk yang menarik
Di buat dengan bahasa yang mudah di mengerti, tidak bertele - tele dan menggunakan bahasa yang baik dan benar
Menghindari penggunaan kata dan kalimat yang dapat menyinggung pihak penerima
Langsung kepada pokok masalah
Menggunakan bahasa yang sopan dan menarik.

Contoh Surat Untuk Ibu
Contoh Surat Untuk Ibu sangat tepat sekali jika anda berikan pada hari peringatan ibu sedunia sebagai salah satu simbol untuk membutktikan bahwa kasih sayang anda terhadap orang yang telah melahirkan begitu besar. namun seberapapun besarnya kasih sayang yang anda miliki saya rasa tidak akan mampu melebihi rasa kasih sayang yang ibu berikan buat anda.


Kerutan di wajahnya, melambangkan kegigihan

Untuk mengarungi hidup bersama keluarganya

Dan aku mengerti akan…..

Desahan logat lengan tangannya yang menjadi saksi

Tak terhitung apa yang telah kau lakukan demiku

Kau menangis saat ku terluka dalam sembilu

Kau memanjat doa saat ku lelap dalam tidurku

Duhai bunda yang indah irama santunnya

Ijinkan ku basuh kakimu yang terpecah itu

Agar aku bisa merasakan betapa hebatnya

Pengorbananmu untukku….

Doaku untukmu adalah penjuru doa dalam hidupku

Rasa terima kasihku padamu adalah jalan lurusku untuk berbakti padamu

Dan setiap air mata yang terjatuh untukku

Adalah denyut nadiku yang selalu berdetak untuk menjagamu

Terima kasih bundaku yang ayu

Kau bagaikan sinar yang sempurna

Kau bagai lilin yang terpancar rata

Kau bagai ajimat yang tersemat di dada

Kelak, kehidupanku di dunia dan di alam sana

Menjadi abadi dan harum, seharum tubuhmu

Yang penuh pahala dan bunga….


sumber:

http://budicrue.multiply.com/journal/item/153

http://tropus1.blogspot.com/2012/12/contoh-surat-untuk-ibu.html








Metode Laporan Ilmiah

Author: hendri suryanto // Category:

Laporan ilmiah adalah pemecahan suatu problem atau jawaban suatu pertanyaan, yang didukung oleh fakta yang diperoleh dari atau yang dibuktikan benarnya oleh penulisnya.
Laporan itu adalah bentuk prosa ilmiah yang dikembangkan untuk keperluan sains, kria,dan usaha. Dan biasanya ditulis atas permintaan,perintah atau jasa komisi, walaupun kadang - kadang laporan itu diterbitkan atas kehendak dan biaya penulisnya sendiri.

A. MACAM LAPORAN
Informasi yang disajikan dalam laporan itu dapat bermacam - macam, yaitu :
1. mungkin menyangkut pekerjaan yang sedang berlangsung atau yang sudah selesai;
2. mungkin menyangkut hasil uji atau analisis suatu varietas benda;
3. mungkin menyajikan hasil penelitian atau penyidikan.

Berdasarkan tidak ada klasifikasinya para ahli membagi beberapa macam - macam laporan,diantaranya :
a. Laporan periodis
Diserahkan setiap periode reguler dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi
tentang status organisasi atau aktivitasnya.
contoh laporan periodis :
laporan bulanan,triwulan, atau catur wulan atau tahunan oleh kepala sekolah
bagian,dll
b. Laporan kemajuan
Diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha.
contohnya : pembangunan bendungan, proyek penelitian.
c. Laporan hasil uji
Diserahkan guna menyediakan laporan tangan pertama tentang pengetahuan suatu
benda.
contohnya : Kondisi suatu bangunan, pabrik, atau sumber alam.
d. Laporan rekomendasi
Diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna
pertimbangan dalam tindakan berikutnya.
contoh : laporan tentang letak daerah atau lokasi pabrik atau gedung bioskop,
dan nasihat cara menaikkan efisiensinya
e. Laporan penelitian
Diserahkan untuk memberitahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya
dan diperoleh dari percobaan, penyelidikan, kuisioner, data akumulasi,dsb.

B. CIRI - CIRI LAPORAN
Mengingat tujuannya, selera pembaca, bentuk dan sifatnya, laporan itu berbeda dari prosa ilmiah lainnya dalam aspek-aspek sebagai berikut :

1. Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan
atau perintah. Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan untuk pembaca umum.
Mungkin juga laporan itu diserahkan atas prakarsa penulis untuk mendapat kritik dari
para ahli terkemuka.

2.Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa laporan panjang yang terdiri dari : halaman judul, surat penyerahan, daftar isi,pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran.
Laporan pendek biasanya terdiri dari judul pokok, dan nomor - nomor, dengan perlengkapan seperti biasa dalam surat menyurat formal.

3. Laporan itu bersifat sangat objektif. Maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika ditarik kesimpulan maka kesimpulan itu berupa induksi berdasarkan atas bukti spesifik.Jika dibuat suatu rekomendasi maka pendapat pribadi atau prasangka harus dijauhi. Bila data laporan itu tidak cukup atau bertentangan maka para pembaca harus menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan bersifat tentatif.

4. Bahasa dan nadanya formal.Kata ganti orang harus dihindari.titik berat dan tekanannya berdasarkan pendapat penyaji data.

5. Judul,sub judul, dan sub-subjudul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik.Laporan yang disajikan dengan baik dapat digunakan sebagai acuan.


Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
Pada intinya persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah sama seperti penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu :

a. Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan dan perlu pengetahuan dan pengalaman dari orang lain.

b. Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dari pernyataan - pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Semua fakta harus dicocokan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyatan salah, maka ia akan meragukan sebuah isi laporan.

c.Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus kenyataan. Kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu bertentangan dengan yang diharapkan dan dapat merugikan diri sendiri.
Pembuat laporan itu seperti sebuah 'mesin pemikir' yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat membingungkan pengertiannya atau pernyataannya tentak fakta.

d. Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan.Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi - bagi subjek, memperlihatkan bagian - bagian yang berbeda dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lainnya. berdasar uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan.

e. Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan tidak harus sistematis,mantik,supaya para pembaca tidak meragukan tentang suatu penalarannya.

f. Pengertian akan kebutuhan para pembaca. Laporan disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang,istilah apa yang akan dipakai,apa yang dianggap sebagaiman mestinya,apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan dan bagaiman menyusunnya, semua itu tergantung pembaca.

Prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan adalah bekerja secara konstan untuk menghemat tenaga mental pembacanya. Lapora ilmiah disesuaikan dengan situasinya. Pelajari terlebih dahulu untuk persiapan penulisan laporan.


KARANGAN ILMIAH

Author: hendri suryanto // Category:

Pengertian timbangan buku,timbangan pustaka
Timbangan Buku
Pengertian dan Tujuan Resensi adalah tulisan timbangan suatu hasil karya atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu karya. Resensi dapat pula diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan cara mengungkapkansegi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.

Tujuan penulisan resensi adalah:

a. Menimbang agar suatu hasil karya memperoleh perhatian dari orang-orang yang belum mengetahui atau membutuhkannya.
b. Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu hasil karya sehingga penilaian itu diketahui khalayak.
c. Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan/penguasaan ilmu pengarang dan kesesuaian karakteristik tokoh, penokohan, atau setting dengan bahan yang disajikannya.
d. Mengungkapkan kelemahan suatu tuisan dan sistem penulisan atau alur suatu hasil karya.
e. Memberikan pujian atau kritikan yang konstruktif terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra karya tulis seseorang.

Cara Membuat Resensi
Pada saat kita akan membuat resensi nalar kita harus siap bahwa bahan-bahan yang akan diresensi betul-belul diketahui dan dikuasai. Dengan demikian hasil resensi kita bukan hanya mengungkapkan segala sesuatu yang terdapat dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenis.
Hal-hal yang harus mendapat perhatian dari seorang resentator untuk membuat resensi:
a. Resentator harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan meninggalkan sepenuhnya sikap subjektif.
b. Resensator mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan diresensi.
c. Resensaor harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.
d. Resensator harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtafsiran antara resensator dengan penulis
e. Resensator harus mengungkapkan data yang diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihibung-hubungkan di antarra keduanya oleh pembaca.
f. Resensaor harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang resensi dengan jalan mengetahui tujuan dan arah penulis karya tersebut

Bentuk resensi yang paling populer adalah resensi buku atau timbangan buku. Untuk meresensi buku pertama-tama kita harus membaca buku itu sampai selesai dan memahaminya. Setelah membaca buku tersebut kita akan dapat mengetahui bagaimana penulis buku mengungkapkan gagasannya sesuai dengan tujuan yang digariskannya.Bagian yang harus ada dalam karangan resensi adalah identitas buku, jenis buku, kutipan singkat/ikhtisar buku, penilaian resensator terhadap kualitas buku, dan ajakan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut.
a. Identitas buku
Identitas buku meliputi: foto copy jilid luar buku atau foto buku tersebut, judul buku, pengarang, penerbit,tahun terbit, kota terbit, ukuran buku, jumlah halaman, dan harga buku.
b. Jenis Buku
Pada bagian jenis buku, resensator mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yangterdapat di dalam buku itu. Misalnya kita mengenal jenis fiksi, nonfiksi, ilmiah, nonilmiah (hiburan), buku remaja, anak-anak, dewasa, keagamaan, psikologi, dan sebagainya.
c. Kutipan Singkat atau Ikhtisar Buku
Bagian yang mengungkapkan kutipan singkat atau ikhtisar buku tersebut adalah bagian yang menjadi idesentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika resensator memahami seluruh isi buku itu danmenghubungkannya dengan isi buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi buku pun dapat digunakanuntuk mengisi bagian buku lain, tentama gambaran yang dapat “ditangkap” oleh resensator tetapi bukanmenginterpretasi.
d. Penilaian Kualitas Buku
Penilaian terhadap kualitas suatu buku tentu saja bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapatdiunggulkan dari isi buku tersebut dan bagian yang melemahkan kualitas buku tersebut dengansikap/wawasan yang sangat luas dan sikap objeklivitas tinggi. Pada bagian ini dapat pula dimasukkan kritikterhadap isi buku.
e. Ajakan
Ajakan dalam resensi adalah ajakan kepada pembaca yang belum memiliki atau membaca buku tersebut.Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dandipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya.
f. Judul Resensi
Judul yang digunakan untuk karangan resensi merupakan gambaran kesimpulan isi buku itu secarakeseluruhan atau ciri khas dari buku yang resensi agar tampak lebih menonjolkan eksitensi isi bukutersebut. Cara lain dalam memberikan judul resensi adalah menggambarkan suatu hal yang “kecil” tetapimempunyai citra tersendiri dari buku itu dengan argumentasi yang kuat dari resensator tentang hal yangkecil itu. Dapat dikatakan judul tulisan resensi adalah “nama” atau “julukan” yang diberikan oleh seorangresensator terhadap buku yang diresensinya.

Timbangan Pustaka
Pustaka adalah halaman terakhir yang di buat untuk mengetahui data-data yang di ambil dari sumber-sumber yang ada dalam buku,majalah,komik,maupun dari internet.supaya pembaca dapat mengetahui dasar dari pembuatan buku ini supaya tidak di bilang copy paste/menjiplak karya orang lain.karena setiap mengambil data tidak mencantumkan sumber/penerpit/nama orang pengarang akan di kenakan pidana dalam pasal yang ada di indonesia.

www.penguasa hati.com

Analisa Leksikal Program harga dengan C++

Author: hendri suryanto // Category:

NAMA            : Hendri Suryanto
KELAS           : 3KA28
NPM               : 13110218

Analisa Leksikal Program harga dengan C++
Hasil analisa leksilal:
1.       Identifier (a,b,,total,diskon,all)
2.       reserve word (main, double, cout, if, else, getch)
3.       Nilai Konstanta (a, b, 0,5, 0,15, 100000, 50000)
Operator (>=, =, *)

codingan;

Penjelasan:
Disini digunakan fungsi untuk penghitungan diskon dengan C++, pertama akan dihitung masukan harga satuan dan unit setelah itu dihitung jika total lebih dari 100 ribu akan mendapat diskon 15%, jika total lebih dari 50 ribu mendapat diskon 10% sisanya diskon 5%.

Output:






Tugas Softskill

Author: hendri suryanto // Category:

     1.   Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Secara khusus silogisme kategorial dapat dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga (dan hanya tiga) proposisi kategorial yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.
Term predikat dari konklusi adalah term mayor dari seluruh silogime itu. Sedangkan subyek dari konklusi disebut term minor dari silogisme, sementara term yang muncul dalam kedua premis dan tidak muncul dalam kesimpulan disebut term tengah.

Contoh :
Semua mamalia binatang yang melahirkan dan menyusui anaknya. Kerbau termasuk mamalia. Jadi, kerbau : binatang yang melahirkan dan menyusui anaknya.
Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

1. Premis umum : Premis Mayor (My)
2. Premis khusus remis Minor (Mn)
3. Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai
berikut:
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif
    tidak dapat ditarik satu simpulan.

Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA
My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn : Socrates adalah manusia
K : Socrates tidak kekal
My : Semua mahasiswa memiliki ijazah SLTA.
Mn : Amir tidak memiliki ijazah SLTA
K : Amir bukan mahasiswa

Kaidah-kaidah Silogisme Kategorial

1. Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus partikular juga, seperti:
   Semua yang halal dimakan menyehatkan
   Sebagian makanan tidak menyehatkan,
   Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
   (Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halaldimakan).

2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
   Semua korupsi tidak disenangi.
   Sebagian pejabat adalah korupsi, jadi
   Sebagian pejabat tidak disenangi.
  (Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)
  Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Beberapa politikus tidak jujur.
  Banyak cendekiawan adalah politikus, jadi:
  Banyak cendekiawan tidak jujur.

3. Dari dua premis yang sama-sama negatif, tidak mendapat kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata
    rantainya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya 
   positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
   Kerbau bukan bunga mawar.
   Kucing bukan bunga mawar
   .….. (Tidak ada kesimpulan)
   Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukk
   Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunju
   Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)

4. Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya 
    tidak term menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
   Semua ikan berdarah dingin.
   Binatang ini berdarah dingin
   Jadi: Binatang ini adalah ikan.
   (Padahal bisa juga binatang melata)

5. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premisnya. Bila 
    tidak, kesimpulan menjadi salah, seperti
    Kerbau adalah binatang.
    Kambing bukan kerbau.
    Jadi: Kambing bukan binatang.
    (‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang-kan pada premis adalah positif)

6. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term 
    penengah bermakna maka kesimpulan menjadi lain, seperti:
    Bulan itu bersinar di langit.
   Januari adalah bulan.
   Jadi: Januari bersinar di langit.
   (Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada   
   premis mayorberarti planet yang mengelilingi bumi).

7. Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term menengah ( middle term ), begitu 
   juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan konklusinya.

2.  Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis ,dan premis minornya bersifat katagorial . Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.

Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen

Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent

Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak
akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
maka hasil akan maksimal
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen

Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.
Kaidah silogisme hipotesis
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan
berikut:
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)
Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)
Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.

3. silogisme alternatif
Jenis silogisme yang ketiga adalah silogisme alternatif atau disebut juga silogisme disjungtif. Silogisme ini dinamakan demikian, karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi silogisme ini tergantung dari premis minornya; kalau premis minornya menerima satu alternatif, maka alternatif lainnya ditolak; kalau premis minornya menolak satu alternatif, maka alternatif lainnya diterima dalam konklusi.

Contoh
My : Nenek susi berada di Bandung atau woniosobo.
Mn : Nenek Susi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Susi tidak berada di wonosobo.
My : Nenek Susi berada di Bandung atau wonosobo.
Mn : Nenek Susi tidak berada di wonosobo.
K : Jadi, Nenek Susi berada di Bandung.
kaidah Silogisme alternatif
1. Silogisme alternatif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur 
    penyimpulannya valid, seperti :
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata berbaju putih.
    Jadi ia bukan tidak berbaju putih.
    Hasan berbaju putih atau tidak putih.
    Ternyata ia tidak berbaju putih.
    Jadi ia berbaju non-putih.
2. Silogisme alternatif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   la adalah guru.
   Jadi bukan pelaut
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   la adalah pelaut.
  Jadi bukan guru
b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah), seperti:
   Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya.
   Ternyata tidak lari ke Yogya.
   Jadi ia lari ke Solo. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
   Budi menjadi guru atau pelaut.
   Ternyata ia bukan pelaut.
   Jadi ia guru. (Bisa j’adi ia seorang pedagang).

4. Entimen
Entimem adalah silogisme yang dipersingkat. Disaat tertentu orang ingin mengemukakan sesuatu hal secara praktis dan tepat sasaranBentuk semacam ini dinamakan entimem (dari enthymeme, Yunani. Lebih jauh kata itu berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’). Dalam tulisan-tulisan bentuk ilmiah yang dipergunakan, dan bukan bentuk formal seperti silogisme.

Contoh :
PU : Jika bachdim tidak menikah cepat, Irfan akan dimarahi fadillah
PK :bachdim mau menikah cepat.
K : bachdim tidak dimarahi fadillah.
Entimem : Irfan tidak dimarahi Kartika karena Irfan mau menikah cepat

Contoh :
PU : Semua orang ingin sukses harus belajar dan berdoa
PK : Lita ingin sukses
K : Lita harus belajar dan berdoa
Rumus Silogisme Entinem : C = B karena C = A

Artikel Bahasa Indonesia 2

Author: hendri suryanto // Category:

Aplikasi Task Manager

Task Manager adalah suatu aplikasi yang disertakan dengan keluarga Microsoft Windows NT dari sistem operasi yang menyediakan informasi rinci tentang kinerja komputer dan menjalankan aplikasi, proses dan penggunaan CPU, melakukan informasi muatan dan memori, aktivitas jaringan dan statistik, log-in pengguna, dan sistem pelayanan. Task Manager juga dapat digunakan untuk menetapkan prioritas proses, afinitas prosesor, secara paksa menghentikan proses, dan mematikan, Aktifkan Ulang, hibernasi atau log off dariWindows. Windows Task Manager diperkenalkan dengan Windows NT 4.0.

Sekilas tentang Advanced Task Manager
System opeasi Android buatan Google ini memang dapat menjlankan beberapa program dan menutup proses latar belakang yang diperlukan, namun ada saat dimana kinerja system operasi secara keseluruhan melambat. Selama proses yang melambat tersebut, Android tidak memberikan celah bagi pengguna untuk menutup aplikasi secara manual.
Keserahan pengguna Android akhirnya terjawab dengan munculnya aplikasi yang disebut Advanced Task Manager. Aplikasi buatanArron lLa ini memungkinkan pengguna melihat semua aplikasi yang berjalan dan mengakhiri aplikasi-aplikasi tersebut sesuai keinginan Anda.
Penggunaan Advanced Task Manager secara teratur dapat mengidentifikasi aplikasi tertentu dapat mengidentifikasi aplikasi tertentu yang mungkin sudah tidak Anda butuhkan.
Android, system operasi buatan Google memiliki fitur Task Manager, seperti yang terdapat di dalam system operasi Windows.

Menggunakan Advanced Task Manager
Untuk menggunakan aplikasi Advanced task Manager, sebelumnya Anda harus menginstalnya di ponsel Android Anda. Dan selanjutnya ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1.      Aktifkan aplikasi dengan mengklik tombol navigasi dan pilih opsi Advanced Task Manager.
2.      Selanjutnya untuk menggunakan fitur-fitur yang terdapat di dalam tab Aplications, Processes, Systems dan program atau semua program, meng-uninstal program, mengidentifikasi program yang banyak memakan memori dan sebagainya.


Applications
Pada tab Applications dapat menutup atau mengahkiri salah satu program atau semua program, meng-uninstall program dan melakukan pengaturan pada aplikasi yang sedang aktif, maupun sedang tidak aktif dalam system operasi Android.

1.      Awali dengan mengklik kotak cek pada salah satu program yang sedang berjalan pada kotak list program di layar ponsel.
2.      Lalu tekan tombol End, untuk mengakhiri salah satu program yang sedang berjalan.
3.      Bila ingin menutup atau mengakhiri semua program yang sedang aktif maupun tidak aktif di dalam system operasi Android, klik cek semua program, lalu tekan tombol End All
4.      Kemudian untuk memperbaharui tampilan program, klik tombol Refresh.
5.      Selain dengan cara di atas, juga dapat melakukan pengaturan program dengan cara lainnya.
6.      Lakukan dengan klik salah satu aplikasi yang akan ditutup, kemudian pilih salah satu opsi pada kotak Pop Ups Actions yang muncul.
a.       Switch To bertujuan untuk mengalihkan dan masuk pada pengaturan lain program tersebut.
b.       End Task untuk mengakhiri atau menutup program tersebut.
c.       Exclude untuk memblokir program sehingga tidak dapat berjalan di system Android.
d.      Uninstall untuk meng-uninstall atau menghilangkan program dari system operasi Android.

Processes
Pada tab Processes  dapat mengakhiri proses system vital yang akan menyebabkan ponsel hang atau melambat sementara waktu ketika mencoba melakukan auto-restart.
1.      Awali dengan memilih salah satu aplikasi yang ada.
2.      Kemudian klik tombo End untuk mengakhiri progam.
3.      Selanjutnya dapat memperbaharui tampilan program dengan menekan tombol Refresh

Systems
Tab system berisi software yang menjadi inti system operasi Android.
           
            Uninstall
Meng-uninstall program-program yang terinstal di system opeasi Android dengan cepat dan mudah.

source:
-PT Elex Media Komputindo