contoh soal perilaku produsen I

Author: hendri suryanto // Category:
Diketahui fungsi produksi dengan dua input K dan L adalah sebagai berikut;
Q = 40L + 150K – L2 – K2

Data yang tersedia 4400 sedangkan harga satuan L adalah $20 dan satuan K adalah $50. Carilah kombinasi pnggunaan input yang optima dan besarnya produksi.

Penyelesaian;
Z      = f(Q) + λ[f(c)]
        = 40 + 150K – L2 – K2 + λ (4400 – 20L – 50K)
       

Dengan Menggunakan Metode Eliminasi terhadap (1), (2), (3) diperoleh L = 21,7; K = 7
 9,3 dan Q = 6003,6
refrensi : ekonomi mikro, sugiarto tedy herlambang 

Perilaku Produsen V

Author: hendri suryanto // Category:
Berdasar teoritis grafik Produksi Dengan Menggunakan Satu (1) Variabel Bebas dapat ditentukan sebagai berikut:
1.    Produksi akan mencapai titip optimum tetinggi pada saat MP = AP (dengan kata lain pada kondisi ini AP maksimum à produksi relative mapan), pada kondisi ini produksi masih bisa diteruskan. Sebagaimana yang dapat dilihat pada gambar 5.1 di atas terdapat dua kondisi di mana MP = AP yaitu pada saat penggunaan tenaga kerja sebanyak 3 (kondisi 1) dan pada kondisi 2 yaitu saat penggunaan tenaga kerja sebanyak antara  5 dan 7 (besar pastinya dapat ditentukan secara matematis). Bedanya adalah pada kondisi 1 meskipun keuntungan maksimum bisa dicapai, akan tetapi bila tenaga kerja ditambah rata-rata produksi (AP) masih naik  demikian juga tambahan produksi setiap menambah 1 tenaga kerja (MP) masih naik. Sedangkan pada kondisi 2 penambahan tenaga kerja antara 5 dan 7 menyebabkan rata-rata produksi dan marginal produksi sama-sama turun.
2.    Produksi dapat diteruskan bila MP>AP. Masih berhubungan dengan poin 1, pada saat jumlah tenaga kerja sebanyak antara 5 dan 7 MP < AP ( 25 < 42.8) sehingga perusahaan sebaiknya tidak lagi menambah tenaga kerja, karena tambahan produksi/unit lebih rendah dari rata-rata produksinya.
3.    Produksi akan maksimum pada saat MP = 0, dan AP akan semakin menurun. Pada penggunaan tenaga kerja sebanyak 11 orang tambahan produksi/unit = 0 sedangkan rata-rata produksi semakin menurun, maka total produksi pada penggunaan tenaga kerja sebanyak 11 orang mencapai kondisi maksimum.



refrensi :
1. Putong, Iskandar. 2010. economics pengantar micro. Jakarta : mitra wacana media

Perilaku Produsen IV

Author: hendri suryanto // Category:
Contoh grafik Produksi Dengan Menggunakan Satu (1) Variabel Bebas

GAMBAR 5.1            Total Produksi dan rata-rata Produksi







refrensi :
1. Putong, Iskandar. 2010. economics pengantar micro. Jakarta : mitra wacana media



Perilaku Produsen III

Author: hendri suryanto // Category:

Produksi Dengan Menggunakan Satu (1) Variabel Bebas
Produksi yang menggunakan satu variable dan yang lainnya tetap misanya antara manusia dan tanah.  Di mana manusia (tenaga kerja)  sebagai variabel tetap. Atau dapat juga antara manusia dan modal, di mana manusia variabel dan modal tetap, atau sebaliknya. Hubungan produksi di mana terdapat satu variabel, dan lainnya tetap biasanya berlaku hokum pertambahaan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila factor variabel itu ditambah teru, maka output semakin lama akan semakin menurun secara rata-rata.  Hal ini tentu saja dikarenakan semakin besarnya factor pembagi sementara factor yang dibagi tetap. Dan bila ini diakukan terus maka totalpun akan semakin menurun, dikarenakan factor produksi tetap semakin jenuh atau kehabisan nilainya, misalnya tanah yang kehabisan unsur haranya sehingga mengurangi kesuburannya bila ditanami dan digarap secara terus menerus. 



refrensi :
1. Putong, Iskandar. 2010. economics pengantar micro. Jakarta : mitra wacana media

Perilaku Produsen II

Author: hendri suryanto // Category:
PENGERTIAN DAN TEORI PRODUKSI
            Produksi alami bersifat external, efiensi dan efektifitasnya tidak dapat dikontrol oleh manusia, sehingga kelebihan atau kekurangan adalah merupakan hal yang harus diterima oleh pemakai. Contoh produksi alami adalah ikan di lautan, rotan dan dammar di hutan, minyak serta gas di perut bumi.  Sedangkan produksi rekayasa  adalah produksi yang bersifat internal, dalam arti dapat dikontrol oleh pemakai. Efektifitas dan efisiensi dapat diatur dengan menggunakan teknologi. Produksi dapat diperbesar dan dapat juga diperkecil tergantung kebutuhan si pemakai, kebutuhan inilah yang akan kita pelajari. Adapun kebutuhan produsen adalah bagaimana menghasilkan barang dengan menggunakan biaya yang relative kecil untuk mendapatkan output yang relative besar (memuaskan).
            Factor-faktor produksi yang dimaksud dalam pemanfaatannya harus dikombinasikan, baik sebgai variable ataupun tetap. Factor produksi yang paling utama adalah manusia dan tanah (SDA).

refrensi :
1. Putong, Iskandar. 2010. economics pengantar micro. Jakarta : mitra wacana media

Perilaku Produsen I

Author: hendri suryanto // Category:

OPTIMALISASI PRODUKSI
Dalam memproduksi sebenernya perushaan dibatasi oleh penggunaan sumber daya modal, tenaga kerja, tempat (ruang), teknologi dan waktu. Ilmu ekonomi ortodok umumnya mengabaikan faktor ruang (factor ruang secara khuu hanya dipelajari dalam teori ekonomi regional yang tidak semua akademisi ekonomi menguasainya dengan baik) dan waktu karena berhubungan dengan ketidak pastian (uncertainty), padahal ketidak pastian akan “ memberantakan” model dan teori ekonomi yang dipelajari selama ini yang menguraikan fenomena ekonomi ama dengan cara bekerja “mesin” yang bisa di “stel” ehingga munculah asumsi “kurang” masuk akal yaitu rasionalisasi dalam setiap tindakan manusia. Perusahaan adalah tempat berkumpulnya orang yang rasional jadi analisis yang berhubungan dengan perusahaan semuanya menyangkut factor sumber daya yang bisa dirasionalkan yaitu modal (uang) dan manusia (tenaga kerja).
            Dalam uraian berikut ini tidak dengan maksud untuuk “latah” mengikuti teori ekonomi ortodok yang “relative lemah” sebagaimana juga yang banyak tertera dalam literature ekonomi Indonesia, akan tetapi  harus diakui bahwa sekedar untuk mempermudah penjelasan teoritis maka analisis yang menggunakan factor produksi modal dan atau tenaga kerja memang ada manfaatnya juga yaitu memberikan penjelasan tentang bagaimana perilaku (produsen) dalam mengoptimalkan tindakan operasional.
            Pada bagian berikut ini akan di bahas kajian klasik (tradisional) dalam ilmu ekonomi mikro tentang teori produksi yang menggunakan 1 faktor produksi dan 2 faktor produksi. Pembahasan akan dimulai dengan penganta lalu kajian teoritis dan diakhiri dengan aplikasi model ekonomi matematika sederhana.


refrensi :
1. Putong, Iskandar. 2010. economics pengantar micro. Jakarta : mitra wacana media

Kepemimpinan Dalam Organisasi

Author: hendri suryanto // Category:
KEPEMIMPINAN DAAM ORGANISASI
Pengertian kepemimpinan dalam organisasi adalah, yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid. Mempunyai visi dan misi yang jelas di dalam kemajuan organisasi, bisa memanage dan fokus di dalam mengemban dan mengembangkan organisasinya.
{sumber : lani,aldie,sylvian,richo,eka,indra,ama,bowo}
Seorang pemimpin organisasi juga mempunyai tipe-tipe dalam kepemimpanya,  yaitu
1. Tipe Otokratik
Adalah tipe sorang pemimpin yang egois dan otoriter
2. Tipe Paternalistik
Adalah tipe seorang pemimpin yang hanya terdapat di lingkungan trasisional,
contohnya : tokoh adat , ulama, dan para guru
3. Tipe Kharismatik
Adalah tipe seorang pemimpin yang mempunya daya tarik sendiri pada pemimpin tersebut sehingga menimbulkan simpati kepada organisasinya
4. Tipe Laissez Faire
Adalah tipe seorang pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan secara lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang – orang dewasa yang sudah memiliki tujuan organisasi.
5. Tipe Demokratik
Adalah tipe seorang pemimpin yang disegani bukan ditakuti karena melakukan manusia dengan cara manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
Dibalik tipe-tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi , juga ada yang mengatakan teori-teori yang dilihat dari hasil survey yang dilakukan oleh orang-orang mempelajari kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang pemimpin.
Diantaranya adalah:
1. Teori Genetic
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made“. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2. Teori Sosial
Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born“.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3. Teori Ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik